Harian Pagi Pos Kota Hari ini telat.
Harian yang dulu identik dengan mantan Menpen Harmoko ini lebih banyak di baca oleh pemasang iklan.
Pelanggan saya Ibu Hany sudah dua kali menelepon. Tapi koran memang belum ada..Dengan hati-hati saya menawarkan, bagaimana kalo tagihannya nanti di potong Bu ? Karena lopernya juga sudah mau pulang. Tapi sebagai agen yang bertanggung jawab ( tidak mau untungnya aja), saya tetap menawarkan kepada Ibu Hany.terserah Ibu juga sih, kalo memang nanti diantar, saya akan tetap antar.
Mungkin Ibu Hany sangat membutuhkan koran tersebut, Ya diantar aja nanti kalo sudah datang.
Itulah Koran Pos Kota.
Bagi sebagian agen koran ini dilayani karena terpaksa demi kelengkapan dan tuntutan pelanggan.
Koran ini tidak boleh retur, kalau tidak laku agen akan menanggung kerugiannya.
Nah kalo Korannya datang siang, siapa yang mau beli.. Pos Kota---Pos Kota, kenapa sekalian aja kamu tidak terbit..sehingga pelanggan tidak marah sama agen karena ulahmu.
29 Juli, 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar