28 Maret, 2010

JANGAN DIBACA - RAHASIA -

JANGAN DIBACA - RAHASIA -

Weny, seorang ibu muda beranak satu merasa gundah, karena Jonson anak semata wayang yang sudah kelas 8 itu nilai mid semester nya tidak seperti yang diharapkan.
Padahal sudah les kesana - sini, sudah dikasi vitamin yang cukup, sudah dilarang bermain dan nonton tv dan masih banyak aturan, demi mendongkrak nilai..

Dari internet Weny membaca satu artikel tentang cara memotivasi anak supaya rajin belajar. Artikel yang sangat bagus itu membuat dia terhenyak dan menimbulkan harapan baru.
Sayangnya solusi yang disarankan artikel tersebut membutuhkan kerjasama kedua orang tua untuk menerapkannya pada anak.
Yang jadi masalah ; Pak Roy suaminya seorang yang tegar tengkuk, tidak bisa di ajak diskusi. Jangankan diskusi, membaca saja merupakan hal yang sangat terpaksa bagi Pak Roy.
Pak Roy lebih suka main musik ala anak muda,dan ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-temannya sesama bapak-bapak yang suka debat politik.
Dalam hal politik, Pak Roy kelihatannya memang paling pintar, kalau dia sedang bicara, semua temannya terlihat diam, terlepas setuju atau tidak, yang jelas Pak Roy lah yang paling banyak bicara.

**

"Biarlah, artikel ini saya print, dan akan saya letakkan di meja kerja bapak, supaya nanti kalau suamiku pulang dia akan baca" begitu pikiran Weny setelah dia selesai ngeprint. Lumayan panjang, sekitar 20 halaman,dan panjangnya artikel inilah yang membuat Weny semakin pesimis, akankah suaminya akan membaca ???.
Dan memang,apa yang dikhawatirkan Weny benar-benar kenyataan.
Artikel yang sudah dia print dan diletakkan di meja kerja masih tetap rapih seperti sedia kala, gak ada tanda-tanda sudah disentuh.
Dalam hati Weny berpikir:"Kenapa sih, para ahli tidak bisa menulis dengan singkat, kenapa sih para ahli tidak pernah memikirkan supaya tulisannya dibaca juga oleh orang-orang yang alergi huruf ?"
Tengah berpikir-pikir bagaimana caranya, tiba-tiba Weny mendapat ilham :
"A,hai jangan-jangan suamiku desain otaknya seperti itu ?"
"Yah, bisa jadi..kalau didorong malah mundur, dan kalau ditarik malah lari.."
"Ya ya ya kerbau, mungkin desain otak suami saya adalah otak kerbau..xixixi"

"Maaf suamiku, kalau aku berpikir tidak hormat padamau " Weny bergumam sambil senyum-senyum. Karena kali ini dia yakin suaminya akan membaca artikel yang sudah dia print.

***

Hari ini Pak Roy pulang kantor lebih awal, karena kebetulan dia ditugaskan dinas ke Batan-Serpong yang lokasinya dekat rumahnya di BSD. Dan dia sudah permisi kepada atasannya untuk tidak balik kekantornya di Jakarta lagi, toh kalau balik hanya buang-buang waktu (sudah kesorean),begitu Pak Roy memberi alasan, kartu absent juga sudah dititipin sama teman. supaya pas jam 5 nanti di gesek.

Untuk memanfaatkan waktu luang ini Pak Roy sudah berencana ke studio musik, tetapi rencana itu dia urungkan ketika dia lihat dilemari pakaian ada amplop besar.
Disudut amplop tertulis "RAHASIA"

Pak Roy langsung tertarik : "Apa gerangan isi amplop ini, apa Weny sudah mulai ber-rahasia ?"
"Uffs,Kebetulan amplopnya masih terbuka, mungkin Weny terlupa mengelemnya" pikir Roy dengan sangat antusias.

Setelah dikeluarkan dari amplop. Pak Roy melihat ada sekitar 20 halaman kertas-kertas rahasia,, tapi Pak Roy sudah kadung penasaran, dia penasaran apa sih rahasia dibalik tulisan di kertas-kertas ini ?

****
Jam 6 tepat Weny pulang, dia lihat pintu kamar tertutup rapat, dia tahu anaknya Si Jonson ada jadwal kursus sampai jam 7. "Berarti Bapak sudah pulang", pikirnya,
Jantung Weny berdebar-debar, harap-harap cemas, kira-kira umpan saya disambar gak ya ?' Setengah jinjit dia merapat ke pintu dan menempelkan telinganya ke daun pintu, mencoba cari tau apa yang terjadi didalam kamar.
"Samar-samar dia dengar suara kertas dibolak-balik dan sesekali helaan afas suaminyya terdengar jelas.
Weny yakin, berarti Pak Roy suaminya sedang membaca artikel yang dia kemas dengan tulisan RAHASIA disudut amplop.
Ketika pintu kamar dia dorong dan terbuka,Weny langsung memeluk suaminya.
"Maafkan aku telah ngerjain kamu Pak"
"Tidak Wen, aku berterima kasih telah membuka mata hatiku untuk gemar membaca. Saya benar-benar tidak sadar bahwa aku harus banyak membaca demi anak kita..
Terimakasih sayang , mulai hari ini kita harus membiasakan diri membaca minimal 1 artikel setiap hari demi kemajuan anak kita.

16 Maret, 2010

Pengamen Keliling.

Macam-macam cara orang cari duit di Jakarta ini.
Ada yang jual koran, ada yang dagang bakso, ada yang kerja kantoran jadi jongos ada juga yang kerjanya sangat nyaman jadi Bos.
Yang barusan kuamati adalah orang yang cari duit jadi pengamen.
Pengamen yang saya amati ni adalah yang keliling dari pintu kepintu.
Kalau anda tinggal di komplex perumahan yang bebas dimasuki pedagang, jangan sampai pintu rumah anda tidak tertutup karena dipastikan anda kedatangan tamu yang menawarkan berbagai jasa, yang salah satunya jasa lagu.
Pada umumnya para pengamen ini akan menyanyikan lagu-lagu yang sudah populer ditelinga masyarakat
Tapi ada satu orang pengamen yang telah menyita perhatianku.
Karena dia menyanyikan lagu-lagu batak. Yang kutau selama ini belum pernah ada orang batak yang mengamen di komplex perumahan.
Apakah dia memang orang Batak, saya jadi penasaran.
Pertama ketemu dia saya pas lagi bertamu di rumah teman. Tapi seperti biasa, cara tuan rumah menghadapi pengamen, belum selesai lagunya, kalau sudah di kasih uang, dia akan ngeloyor pergi
Pada suatu hari, saya punya kesempatan bertemu dia ketika ngamen di kompleks kami.
Saya sudah sengaja membuka pintu rumah supaya nanti dia singgah dipintu rumah saya untuk ngamen.
Perhitungan saya masih ada 5 pintu rumah lagi baru tiba dirumah saya, buru-buru saya ke toilet karena dari tadi sudah kutahan-tahan, lagian saya ingin konsentrasi nanti ngobrol dengan pengamen yang satu ini, dan bila perlu nyanyi bersama.

Ketika saya keluar dari toilet dan menuju ke depan rumah. Kucoba amati suara pengamen itu. loh kok malah menjauh ?

Wah ternyata dia merubah jalur, ang tadinya akan lewat ke rumah saya, malah masuk ke jalan lain.Saya putar otak , bagaimana caranya saya bisa ketemu dan mewawancarainya. Kalau saya cegat di depan rumah orang, sepertinya malu sama tetangga.
Ahirnya saya memberanikan diri mendekati, tapi, saya tidak mau dapat informasi yang dikarang-karang. Ah lebih baik saya sabar, tidak langsung menanyakan rasa penasaranku.
" Bang, bagus suaranya, kapan-kapan singgah ya, eh dia malah bingung, ahirnya saya punya ide.
Bang mau gak ngamen di restoran ?
Kalu minat ini kartu nama saya

09 Maret, 2010

cinta yang ditumbuhkan

Pertama aku mengenalnya, kulihat gadis itu duduk merenung, sedih dan seolah menyesali nasib.
Aku mengenal dia sebagai seorang gadis yang semarga dengan ibuku, wanita yang baik dan menurutku cukup cantik.
Kenapa Ito ? Kucoba mendekati dia. Dan dia menceritakan kepadaku kegundahannya pacaran dengan seorang petinju.
Saya tidak ingin mendalami alasan mereka harus putus, tapi mereka sudah sepakat untuk menjual kembali barang-barang yang telah mereka beli bersama (mungkin inilah yang dimaksud dengan pembagian harta gono-gini bagi pasutri yang akan bercerai).

"Dan kasur ini juga akan dia angkat, karena ini dia sendiri yang beli " begitu dia memberi penjelasan kepada saya tentang sejauh mana hubungan mereka selama ini.
Sebenarnya saya ingin tertawa, dalam hati saya bertanya : Selama ini kamu pacaran dengan lelaki macam apa, sampai kasur juga mau disita"
Kembali dia mengingatkan : "Dia seorang petinju".
mungkin maksudnya supaya saya hati-hati dan mengurungkan niat untuk ikut campur.
Jujur saya juga agak kecut, saya tidak suka berurusan dengan masalah pribadi orang, apalagi dengan seorang petinju yang dalam pikiran saya pasti mengandalkan otot, tidak bisa diajak berpikir jernih.( maaf teman-temanku petinju, karena yang saya ingat waktu itu hanya si Tyson)

Tapi , gadis ini semarga dengan ibuku, dia juga cukup cantik dan umurnya dibawah saya tiga tahun, berarti saya ada alasan untuk ikut campur. Kalau toh harus mengambil alih hak pacarnya saya pantas karena saya singel,pacar saya yang orang Toraja sudah jelas-jelas ditolak keluarga, jadi posisi saya singel terbuka.

"Biar saya yang menghadapinya, seandainya ada kekerasan, jangan takut mengatakan putus, kalau itu pilihan terbaik bagimu" ahirnya kata-kata itu keluar dari mulutku.
Kulihat dia bahagia, kulihat wajahnya menaruh sebersit harapan, karena dia ada yang melindungi.

Saya kurang tau pasti apakah ini hadiah karena ucapanku yang bak pahlawan, ataukah menjadi hak otomatis bagiku menjadi pacarnya setelah secara tidak langsung meneguhkan hatinya memutuskan pacar, yang jelas kini kami menikah, melewati ribuan masalah, dan kerikil yang menantang cinta yang kami tumbuhkan.

Hari ini gadis yang dulu merenung sedih dan kini jadi istriku itu membentakku "Dasar, tidak punya otak" serapah nya karena aku menyindir kebiasaannya berkata Say-say pada suami orang, tapi berucap kasar pada suaminya sendiri.
Hatinya jadi tersayat ketika aku membalas ucapan kasar itu dengan membuka luka lama, "Kamu harus ingat :Cintaku padamu adalah cinta yang ditumbuhkan, dari yang tadinya tidak ada"
Sepertinya dia terpukul, karena kulihat dia merenung, sedih dan seolah menyesali nasib. persis seperti ketika pertama aku berjumpa dengannya

Adakah cinta ini akan tetap tumbuh ???

Sementara aku kini mencintainya karena kutau dia lah wanita terbaik yang pernah kukenal..

Curhat di blogg;;

01 Maret, 2010

Omak

Selagi masih hidup, aku ingin menulis sesuatu tentang Omak.
Omak adalah panggilan kami buat mama yang telah melahirkan kami.
Beberapa waktu yang lalu beliau sakit.
Selain karena usianya memang sudah tua. Terlalu banyak mungkin pikiran yang mengganggu ketenangannya antara lain gi usianya yang setua ini, dia belum menyaksikan anak-anaknya beroleh keberhasilan seperti yang dia harapkan
Dalam ucapannya yang mulai lemah, mama kelihatannya mulai pasrah.
Semangatnya yang keras tidak lagi didukung oleh fisiknya.
Kini mama tinggal bersama putri bungsunya yang bekerja sebagai perawat.
Beruntung dia punya putri seorang perawat, sehingga mama ada yang merawat.
Tapi itulah Mama yang kukenal, yang menjadi Pahlawan ekonomi rumah tangga kami. Gaji Bapak sebagai Guru jelas tak mencukupi untuk memberi kami makan anak-anaknya yang delapan orang itu. Tapi Mama dan Bapak bertekad : semua harus sekolah.. jangan ada satu pun titipan Tuhan yang paling berharga ini yang terlantar. Begitulah Mama menganggap kami sebagai titipan Tuhan yang paling berharga.
Suatu ketika aku punya kesempatan mengunjungi Mamaku di Medan, saat wisuda pahompu panggoarannya.
Tak kuasa aku menahan air mata, ketika kutemui mamaku sedang memasak didapur.
"Supaya kamu langsung makan" demikian Mamaku langsung memelukku.
Masih seperti yang dulu.. "Jangan sampai ada anakku yang lapar." begitulah Mamaku menyayangi kami.
Mama masak apa ?
"Lihatlah anakku, cobalah anakku"
Kembali mataku berurai, teringat masa kecilku empat puluh tahunan yang lampau..
"Mama, aku rindu makanan ini, aku sangat menyukainya mama, : Kulihat sisa-sisa gulamo itu sudah tidak menunjukkan bentuk aslinya, sudah ditumbuk oleh Mama dan diresep sedemikian rupa.. apapun yang dimasak Mama pasti enak.

Omak

Selagi masih hidup aku ingin menulis sesuatu tentang Omak.
"Omak" demikian kami memanggil Mama yang telah melahirkan, membesarkan dan berkorban untuk kami anak-anaknya yang berjumlah delapan orang.
Mama sakit dan harus Opname di Rumah Sakit.